Senin, 12 Mei 2014

Masa Depan dibangun Setiap Hari dan dimulai Sekarang !!!

Sering saya bertanya kepada kalangan karyawan muda, apakah kamu sudah merencanakan pensiunmu??? Banyak diantara mereka yang menjawab: “Akh masa lama,, nanti saja dipikirkan !! Sekarang kita senang-senang saja dahulu!” Namun bila saya bertanya kepada para karyawan yang menjelang masa pensiunnya: “Apakah kamu sudah siap menyambut masa pensiunmu?” Hampir semua menunjukkan raut wajah yang muram dan sedih sambil berkata: “Semestinya saya memulai merencanakan masa pensiun sejak muda, sekarang saya menyesal!”.

“Apakah kita pernah memetik sebuah mangga atau jambu dari pohon di pekarangan kita? Bagaimana rasa buahnya? Maniskah?”. 

Ibarat sebuah pohon buah, ditanam dari sebuah bibit kecil di tanah dan berproses tumbuh menjadi tunas dan pohon kecil. Diberi air dan dipupuk serta dipelihara, sehingga pada waktunya akan menjadi sebuah pohon yang kokoh dan tinggi. Pohon kokoh itu pada akhirnya memberikan buah-buah yang besar dan manis bagi pemiliknya.

Masa depan seseorang mirip dengan proses sebuah pohon, yang ditanam sejak dini (sejak bekerja pertama kali) dan dari sebuah bibit kecil (dana yang relative kecil) serta diberi air serta pupuk setiap saat (dana investasinya ditambah terus setiap bulan) dan dipelihara dengan tekun (memilih investasi tepat) dalam jangka waktu yang lama. Pada akhirnya masa depan seseorang yang menanam bibit sejak dini, dan terus memberi air serta pupuk dan memelihara dengan telaten, akan memperoleh buah2 besar dan ranum pada saatnya nanti.

Bila seseorang terlambat dalam menanam bibit masa depan, dan kurang rajin dalam memberi air serta pupuk, maka dia akan terlambat memetik buah atau pohonnya belum berbuah pada saat dia membutuhkannya. Dan pada saat itu dia sudah tidak memiiliki lagi waktu menunggu pohonnya berbuah!

Semua kebahagiaan kehidupan dan segala pencapaian memerlukan waktu dan proses serta kerja keras tiada henti, dimulai sejak dini (sekarang juga) dan terus dipelihara melalui komitmen yang konsisten di sepanjang perjalanan kehidupan.

Sudahkah kita menanam bibit masa depan kita? Bersegeralah agar kita dapat menikmati buah segar dan ranum pada saat kita membutuhkannya!  Selamat menanam bibit masa depan sekarang dan mari kita peliharalah setiap hari!

Ayooooo..!!!!! Mulai menabung dari muda! Belajar memperoleh penghasilan dengan hanya bermodalkan: komputer, Gadget, Smartphone dan akses internet!!

GABUNG bersama kami di d'BC Network ORIFLAME,

Biaya pendaftaran hanya Rp.9,900 MEI 2014
POTENSI INCOME bisa mencapai 4jt - 7jt per BULAN

BAHKAN bisa lebih!

0852 9746 0798     ||    236DF9BC  
www.facebook.com/masnida.manroe 









Minggu, 30 Desember 2012

Harus Kuakhiri Rasa Cinta


Tak ingin ku akhiri kisah cinta....
Tetapi sang waktu memutuskannya
Ku harus menerima kenyataan
Bahwa kau bukan lagi milikku

Walaupun rasa bathin ini ..terlalu sakit
Tetapi raga harus mengikhlaskan
Semuanya yang pernah terjadi
Karena kenyataan telah berubah
Rasa tak lagi bersama

Kau dan semua lagumu..
Membawa luka dan kepedihan
Walaupun bibir tersenyum
Tetapi hati teriris sembilu

Aku hanya mampu tuk berharap
Semoga keindahan dan kebahagiaan untukmu
Selalu menaungi di atas hidup
Tak letih seperti kisah kita

Dan aku hanya mampu memohon
Semoga di suatu hari nanti
Aku mendapatkan cinta
Walau tak seperti cintamu
Tetapi ku harap membawa kebahagiaan
Sampai di ujung waktu

Seberat apapun..
ku harus akhiri
Rasa cinta dan sayang
Karena kenyataan telah berubah
Dan waktu tak lagi menginginkan
Kau bukan lagi untukku
Dalam bayangan dan dalam kenyataan.


Dan terimakasih telah hadir dalam hidupku,
Semoga Kesuksesan & Kebahagiaan 
Slalu mengiringi hidup kita
God Bless Us...!

Kamis, 27 Desember 2012

Air Mata Kerinduan
















Kini ,...
Terasa jauh....dan semakin jauh..
Semakin hari semakin aku merindukanmu...
Hari-hariku hanya ditemani sepi...
Dan di hiasi oleh kerinduan karnamu...

Aku hanya sanggup meneteskan air mataku...
Hanya sanggup terdiam menahan kerinduan ini...
Tetapi aku tidak akan menyerah.....
Aku kan terus bertahan untukmu.,...

Semoga kerinduan ini cepat Terobati...
Hanya kamu yg bisa mengobati kerinduanku ini...
Aku yakin kau merasakan apa yg kurasakan...
Aku tahu isi hatimu... begitu pula dirimu,,,

Engkau yang ku cinta,
Engkau yang ku rindu, .
Engkau adalah kisah Terindahku...
Bersamamu ,..
kenangan Indah yg tak terlupakan...

Walau kita terpisah jauh....
Aku rasa Hatimu selalu dekat ...

Aku takkan sanggup jika terus begini...
Bagaikan pasir yg tersapu oleh angin..
Tapi aku akan terus bertahan...
Bagai batu yg di terjang ombak ...

Hanya satu yg ku mau...
Hanya satu yg ku ingin...
Melihat senyum mu dan bertemu dirimu
 untuk melepaskan Kerinduan ku ini....


My Beloved,

E.S


Dia Slalu Ada, Mengerti & Peduli


Ketika engkau m’galami pergumulan,
tekanan hidup yang berat dan  ketika Amarah Melanda, 
engkau tidak sendiri, karena slalu ada disamping mu 
dan Dia mengerti dan peduli akan keadaan mu..



Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan :

Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...

Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Ketika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Ketika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap, TUHAN TAHU


Selasa, 24 Juli 2012

Pulau Cinta

    Cinta adalah kerinduan
     untuk dipahami oleh seseorang
    yang benar-benar tulus untuk peduli.
     Ketika seseorang dimengerti,
     ia akan mampu bertahan
    terhadap apa pun di dunia ini.


    Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

    Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
    Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
    Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. 

    Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

    Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
    Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. 

    Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.
    Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. 

    Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

    Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
    Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

    Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.
    Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.

    Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu.
    "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran.

    "Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ......"

Jangan Pernah Menyerah

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa. Suatu Hari ia memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaannya, berhenti dari hubungan dengan sesama dan berhenti dari spiritualitas. Ia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. "Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?" "Ya", jawabku.

Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat Dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya." "Dalam tahun ketiga tetap tidak Ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. "

"Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil Dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini...**

Kisah 4 Lilin

    Hiduplah Seperti Lilin
    yang m'nerangi Orang Lain,
    Jangan hidup seperti duri,
    yang mencucuk
    & menyakiti orang lain..

    Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

    Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai."
    "Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
    Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.

    Lilin yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
    “Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.”
    Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

    Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: ”Aku adalah Cinta.”
    “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
    Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

    Tanpa terduga…
    Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
    Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!”
    Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

    Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
    "Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."

    ”Akulah HARAPAN.“
    Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

    Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Jangan sampai kita kehilangan HARAPAN...**